Senin, 08 Maret 2010

KAMMI Kecam Dalang Kerusuhan Paripurna Angket CenturyCetakEmail
Medan, (Analisa)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara mendesak Badan Kehormatan (BK) DPR RI mengusut tuntas dalang kerusuhan pada sidang paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (2/3).

"BK DPR harus mengusut dalang kerusuhan di sidang paripurna. Masalah ini tidak boleh didiamkan," ujar Ketua Komisariat KAMMI Sumut Syaiful Arifin ketika berorasi di halaman gedung DPRD Sumut, Rabu (3/1).

Dalam pernyataan sikapnya KAMMI Sumut juga menge-cam sikap sebagian anggota DPR RI yang terkesan hanya mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan rakyat.

Mahasiswa menilai para wakil rakyat di Senayan dinilai cenderung bersikap seperti anak-anak dan sama sekali tidak mampu mencerminkan perilaku para negarawan.

Sebagian anggota dewan dinilai lebih suka beradu otot ketimbang beradu otak. "Ini bukti telah matinya etika politik di lembaga legislatif di negara ini," ujarnya.

Pada kesempatan itu KAMMI Sumut juga mendesak DPR RI melaksanakan seluruh rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Kasus Bank Century.

KAMMI Sumut juga menyatakan menolak segala bentuk lobi yang bertujuan mengubah pandangan akhir fraksi-fraksi yang telah disampaikan di rapat pansus."Kami juga menolak segala bentuk rekayasa politik di dalam sidang paripurna DPR RI yang membahas kasus Bank Century," kata Syaiful Arifin.

Anggota DPRD Sumut Mulkan Ritonga dan Richard Eddy.M.Lingga yang menerima mahasiswa mengaku sependapat dengan aspirasi KAMMI Sumut.

"Kami sepakat dan akan meneruskan aspirasi ini ke pimpinan DPRD Sumut dan juga kepada pimpinan DPR RI," ujar Richard. (di)

sumber : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=46399:kammi-kecam-dalang-kerusuhan-paripurna-angket-century&catid=31:umum&Itemid=30

Sang Pemimpi

Sang Pemimpi

"Mimpi, semua dimulai dengan mimpi..." Kalimat yang dituturkan Ikal Dewasa (Lukman Sardi) itu, menjadi pembuka film "Sang Pemimpi", yang merupakan sekuel film "Laskar Pelangi".


Mengambil setting era 80-an, film ini mengisahkan masa remaja Ikal, anak keluarga rendahan di Perusahaan Negara Timah di Pulau Belitung.

Bersama Arai, sepupunya dan Jimbron sahabatnya, mereka merantau ke kota pelabuhan Manggar yang berjarak puluhan kilometer untuk melanjutkan sekolah.

Mereka tumbuh bersama, menjalani berbagai kehidupan masa remaja dengan segala tantangan dan perjuangan hidup serta problematika masa remaja untuk meraih cita-cita dan impian. Semangat mereka makin memuncak saat Pak Balia (Nugie), seorang guru bahasa yang menginspirasi untuk mengejar mimpi di Eropa.

Tapi masalah lain muncul. Tak hanya soal sekolah dan bertahan hidup, mereka juga mengalami problema cinta. Cinta Arai (Rendy Ahmad) yang tak tertahankan pada Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda), luluh dengan musik, sementara Jimbron (Azwir Fitrianto) jatuh hati dengan seorang gadis pemurung pekerja pabrik cincau yang tak pernah tersenyum, Laksmi (Cindy Dwintasari).

Sementara bagi Ikal, gairah anak muda yang sedang bergejolak di dirinya membawanya ke sebuah perasaan bersalah terhadap ayah yang sangat membanggakan dirinya sejak kecil.

Namun, rasa bersalah terhadap sang ayah membuat Ikal bangkit, dan para pemimpi pun kembali berlari bersama. Satu persatu simpul-simpul kesulitan hidup untuk mencapai mimpi mereka terbuka, cita-cita, harapan dan cinta.

Sayangnya, setelah gelar sarjana diraih, Arai menghilang. Tinggallah Ikal sendirian mengadu nasib sambil mengejar mimpi.


sumber : http://www.astaga.com/content/sang-pemimpi-kisah-anak-pengejar-mimpi